Penanganan kasus dugaan korupsi PNPM Bulukerto berjalan lambat


fakta-faktanya cukup terang benderang, penanganan kasus dugaan korupsi dana guliran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan (MP) Kecamatan Bulukerto di Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri ternyata tak berjalan secepat perkiraan. Selama lebih dari 1,5 bulan, kasus itu masih belum beralih dari tahap penyelidikan.

Kasi Intelijen Kejari, Imam Sutopo, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Sukaryo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (3/8/2011), menolak menjelaskan apa yang menyebabkan lambatnya penanganan kasus itu. Dia hanya mengungkapkan baru lima saksi yang dimintai keterangan terkait kasus itu. Semuanya berasal dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Pemkab Wonogiri.

“Kami memulainya dari Bapermas dulu sebagai leading sector program PNPM di Wonogiri. Setelah itu baru kami akan memulai mengumpulkan keterangan saksi dari Camat Bulukerto, pengurus PNPM Bulukerto dan pihak-pihak terkait lainnya. Rencananya pekan depan kami akan memanggil Camat Bulukerto,” katanya.

Ditanya kapan kira-kira penanganan kasus itu bisa dinaikkan ke penyidikan, Imam menargetkan pertengahan Agustus. Saat itu, menurutnya, akan ada lebih banyak keterangan saksi dan bukti yang diperoleh.

Seperti diberitakan, kasus dugaan korupsi dana guliran PNPM-MP Kecamatan Bulukerto dengan terduga pelaku mantan Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bulukerto, Karyadi Cahyo Kuncoro mencuat sekitar awal Juni 2011 lalu. Karyadi diduga telah menyelewengkan dana guliran PNPM untuk simpan pinjam kelompok perempuan (SPKP). Tidak tanggung-tanggung nilai dana guliran yang diduga digunakannya untuk kepentingan pribadi itu mencapai Rp 340 juta.

Penyelewengan itu diduga dilakukan Karyadi dengan tidak menyetorkan dana guliran ke rekening SPKP dan membuat kelompok-kelompok fiktif sehingga dana tidak sampai ke kelompok sasaran. Hal itu diketahui setelah laporan keuangan memuat kredit macet. Karyadi sendiri sudah dipecat dari jabatan Ketua UPK Kecamatan Bulukerto dan menurut keterangan Camat Bulukerto, Sriyanto, Karyadi sempat mengirimkan surat pernyataan surat kesanggupan membayar uang yang diduga digunakannya paling lambat Agustus 2011.

Fakta itulah yang membuat Kajari, Sukaryo, sesaat sebelum kasus itu ditangani timnya, menilai kasus itu cukup terang benderang dan optimistis penanganannya tidak akan makan waktu lama. “Terduga pelakunya jelas, nilai kerugian negara juga hampir bisa dipastikan ada. Mestinya penanganan kasus ini tidak perlu waktu lama,” katanya saat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: