Setelah Lebaran Keuangan Tetap Aman


yang tidak senang memegang uang dua kali lipat dari gaji bulanan? Eits, hati-hati salah mengelola tunjangan hari raya (THR) ini. Alih-alih untung, Anda malah buntung.
Perencana keuangan dari Quatum Magna Financial Ligwina Hananto mengatakan, THR sebagai pendapatan tahunan boleh dihabiskan sesuai kebutuhan. Akan lebih baik lagi apabila Anda dapat menyisihkan sedikit untuk keperluan lainnya.

Namun, Ligwina mengingatkan, jangan sampai THR habis dan Anda malah mengambil dari penghasilan bulanan. Gaji bulanan ini adalah untuk keberlangsungan hidup selama satu bulan ke depan. Jika diutak-atik, yang ada Anda malah tekor dan bersiaplah untuk hidup serba kekurangan selama sebulan. Ini bukanlah alasan yang bisa ditolerir, mengingat setiap tahun Lebaran dirayakan. Otomatis, Anda sudah bisa memprediksi biaya yang dibutuhkan.

Namun jika pun masih dirasakan kurang, dapat disiasati dengan menabung setiap bulan sehingga dapat menutupi kekurangan THR. Atau menahan diri untuk tampil apa adanya. Misalnya menghapus anggaran beli baju baru. Termasuk jika Anda tidak mempunyai bujet lebih untuk berangkat mudik, maka urungkan saja niat itu sampai tahun depan. Daripada jika tetap memaksakan diri justru berakhir dengan berutang.

Tapi apa daya jika akhirnya Anda harus berutang, yang penting jangan sampai Anda meminjam dari orang lain atau bank, sebab hanya akan menciptakan utang baru.

Ibarat kata, gali lubang tutup lubang. Langkah terbaik adalah menjual barang yang kita miliki. Makanya, ditegaskan Ligwina, sejak awal antara penghasilan bulan dan tahunan harus dipisahkan. Jika disatukan, bukan tidak mungkin Anda malah menghabiskannya karena melihat nominalnya yang tinggi. Untuk menghindari hal ini, sebelum Idul Fitri tiba, lunasi seluruh tagihan bulanan. Entah itu listrik, kartu kredit, telepon, air, sampai TV kabel.

Selanjutnya, siapkan pengeluaran mingguan. Mulai dari kebutuhan makan, bensin, dan sebagainya. Tentukan pembayaran mingguan ini dengan mengambil uang di ATM cukup seminggu sekali.

“Jangan bolak-balik ke ATM karena akan mendorong Anda untuk selalu mengambil lebih dan konsumtif,” tutur wanita berkerudung ini.

Segera setelah mengambil uang, masukkan pos-pos pembayaran ini ke dalam sebuah amplop.

“Kalau saya menggunakan amplop model akordion (alat musik). Karena ada beberapa kisi-kisinya, ini memudahkan untuk menaruh duit sesuai pos-posnya,” tambahnya lagi. Kalau cara ini diterapkan dengan disiplin, tidak ada lagi cerita kebobolan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: