Lakalantas diklaim menurun


Sebanyak 17 peristiwa kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi pelaksanaan Operasi Patuh dalam rangka pengamanan Lebaran 2011 yang hingga Jumat (2/9/2011), telah berlangsung selama 11 hari. Jumlah itu diklaim menurun dibandingkan sebelum ada Operasi Patuh.

Kanitlaka Satlantas Polres Wonogiri, Iptu Jumari, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Ni Ketut Swastika dan Kasatlantas, AKP Juharno, kepada wartawan di kantornya, Jumat mengungkapkan 17 kejadian Lakalantas itu mengakibatkan dua orang meninggal dan 21 orang lainnya luka-luka dengan kerugian materi mencapai Rp 6,3 juta.

Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia, kata Jumari, terjadi di waktu dan tempat yang berbeda. Pertama, di Baturwarno pada awal-awal pelaksanaan operasi patuh. Lakalantas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi Batuwarno tapi bukan pemudik, melainkan penduduk lokal.

Kedua, terjadi pada Kamis (1/9/2011) di Desa Gemantar, Selogiri pada kasus Laka tunggal mobil sedan Mazda yang menabrak pohon. Operasi Patuh dimulai sejak 23 Agustus dan akan berakhir 7 September mendatang.

“Jika melihat situasi ramainya arus lalu lintas, bahkan pantauan kami lebih ramai dibanding Lebaran tahun lalu, jumlah Lakalantas yang terjadi relatif kecil. Bahkan lebih sedikit dibandingkan sebelum ada Operasi Patuh. Sedangkan dibandingkan Operasi Patuh Lebaran tahun lalu, kami belum bisa memastikan. Datanya belum kami perbandingkan,” jelas Jumari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: