Pusat oleh-oleh Wonogiri diserbu pembeli


Sejumlah kios dan toko makanan khas di Wonogiri selama beberapa hari terakhir diserbu pembeli. Para pembeli tersebut kebanyakan adalah para pemudik yang hendak kembali pulang dan bermaksud membawa oleh-oleh untuk saudara atau tetangga. Pemilik kios dan toko itu sampai kewalahan melayani pembeli yang terus berdatangan.

Di antara berbagai jenis jajanan dan makanan khas Wonogiri, kacang mete dan brem masih menjadi primadona. Terutama kacang mete meskipun harganya cukup mahal, Rp 95.000/kg, merupakan makanan yang paling banyak dicari untuk oleh-oleh. “Kalau dihitung selama Lebaran ini mungkin ada 10 ton kacang mete yang sudah kami jual, termasuk yang dikirim untuk memenuhi pesanan dari pelanggan di beberapa daerah,” ungkap salah satu pemilik kios oleh-oleh di Pasar Kota Wonogiri, Darmo, saat ditemui Espos, Jumat (2/9/2011).

Darmo mengatakan setiap Lebaran, kiosnya memang selalu dibanjiri pembeli. Kebanyakan merupakan pemudik yang telah lama menjadi pelanggan dan tiap tahun datang membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Biasanya mereka mencari makanan khas Wonogiri seperti mete dan brem atau makanan ringan lainnya yang terbuat dari singkong. Stoknya, sudah ia persiapkan sejak awal Ramadan. Sebagian ada yang dibeli dari produsen atau industri rumahan, sebagian lainnya dibuat sendiri di rumahnya.

Salah seorang pembeli, Darjo mengatakan sengaja membeli makanan khas Wonogiri untuk mengobati rasa kangen. Apalagi jika makanan itu tidak banyak dijumpai di daerah lain. “Bagi orang Wonogiri yang tinggal di daerah lain pasti ada rasa kangen untuk menyantap makanan khas Wonogiri. Kebetulan saya punya beberapa teman di Jakarta yang asli Wonogiri dan tidak bisa mudik pada Lebaran ini jadi saya bawakan brem untuk mereka,” ungkapnya sambil memasukkan beberapa bungkus brem yang sudah dibayarnya ke dalam kardus.

Pembeli lainnya, Aryani juga mengatakan hal yang hampir senada. Perempuan yang mengaku asli Wonogiri namun sudah bertahun-tahun tinggal di Bandung ini mengatakan setiap Lebaran ia pasti mudik ke Wonogiri dan pulangnya selalu membawa oleh-oleh khas Wonogiri. “Rasanya rugi kalau sudah jauh-jauh datang ke sini pulang tak membawa makanan khas. Sekalian untuk mengobati kangen juga. Kan sudah lama tidak makan makanan beginian. Susah mencarinya,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: